Desa Mipiran Kecamatan Padamara,Purbalingga Gelar Ruat Bumi

Wayang merupakan salah satu warisan budaya adiluhung yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat indonesia khususnya di pulau Jawa.tidak hanya sebagai seni pertunjukan yang syarat estetika wayang juga memuat pesan pesan moral dan spiritual yang mendalam sejak dahulu,wayang telah menjadi media dakwah yang digunakan oleh para Wali , khususnya Sunan Kali Jaga, untuk menyampaikan ajaran agama Islam dengan cara yang dapat diterima oleh masyarakat saat itu tanpa menyingkirkan unsur budaya lokal.

Kegiatan rutin tasyakuran tahun baru muharram 1447/sasi Sura dalam kalender jawa dan ruwat bumi desa mipiran kali ini mengambil tema , nguri nguri tradisi untuk menyatukan visi dan misi menuju masyarakat mipiran gemah ripah loh jinawi.
Kegiatan yang dimulai tgl 19 juli malam pukul 20.00 wib sampai dengan selesai dengan mengadakan sholawat dan santunan anak yatim, yatim piatu dan duafa, kemudian dilanjutkan dengan bersih makam umum yang dimulai pukul 05.30 s/selesai pada tgl 20 juli , kemudiqn dirangkai dengan iringan hasil bumi, hewan ternak , serta tumoeng slamet setiap rt 1 tumpeng, untuk dinikmati bersama sama di lapangan desa mipiran.

Harapan dan tujuan kami adalah tidak lain dan tidak bukan agar tradisi saling welas asih, antar sesama, yang lebih baik ekonominya agar ingat kepada yang lebih lemah pada kegiatan santunan anak yatim , yatim piatu serta kaum duafa, agar masyarakt selalu ingat pada akhir kehidupan akan bersemayam bersama ditanah sehingga kami adakan bersih makam, kiranya sebagai sasaran moral bahwa kita didunia hanyalah sementara.
Selanjutnya dengan tumpengan dan dimakan bersama dilapangan yang tercipta kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi sesama warga, Kita juga mengundang Ki Dalang Gendroyono Dari desa pelumutan,kemangkon,Purbalingga, pagelaran ringgit purwa atau wayang kulit,yang dilaksanakan siang dan malam mengambil cerita Lakon “Sesaji panggang semar”
agar ditengah kemajuan teknologi yang semakin tinggi, generasi muda khususnya di desa mipiran tidak pernah lupa akan budaya peninggalan leluhur kita.

Pada akhirnya harapan kami sebagai panitia, adalah menciptakan susana masyarakat yang welas asih memperbanyak rasa syukur dengan sesama, memperkuat ibadah, tanpa melupakan kebudayan peninggalan leluhur tutur ketua panitia yang dikenal dengan nama Mas Aris Pondel

Kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan kades Mipiran bapak Daryoto ,
yang memberikan fasilitas penuh untuk suksesnya rangakain acara tersebut yaitu Ruat bumi dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk,dengan
Besar harapan dengan adanya kegiatan ruat bumi/merti desa tersebut Akan membawa berkah dan manfaat yang baik untuk warga Desa mipiran.

Kades Mipiran jga menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan wayang kulit ini menjadikan kelestarian budaya dan Jati diri kita yang akan di cintai oleh seluruh generasi muda kita di tanah Nusantara ini.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

error: Content is protected !!